Bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada hari Senin ini, persiapan menghadapi cuaca basah tampaknya menjadi keharusan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi langit pagi ini, mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, akan didominasi cerah berawan. Kendati demikian, potensi hujan ringan tetap mengintai di beberapa titik lokasi.
Perubahan cuaca yang lebih signifikan diprediksi terjadi saat hari beranjak siang. Memasuki pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, awan tebal diperkirakan akan menggantung di langit Jabodetabek, membawa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan yang disertai kilat atau petir serta angin kencang pada periode siang hingga sore hari tersebut.
Secara umum, suhu udara di kawasan ini berkisar antara 20 hingga 32 derajat Celcius. Tingkat kelembapan udara tergolong tinggi, berada di rentang 75 hingga 90 persen. Sementara itu, angin permukaan terpantau bertiup dari arah Timur Laut menuju Tenggara dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam. Untuk perkembangan situasi yang lebih rinci, warga disarankan memantau kanal informasi resmi BMKG secara berkala.
Suhu Dingin Mencengkeram New Delhi
Bergeser ke kawasan Asia Selatan, kondisi atmosfer yang sangat kontras terjadi di ibu kota India. New Delhi terbangun dengan suasana pagi yang menggigil dan berkabut pada Jumat, 6 Februari. Departemen Meteorologi India (IMD) mencatat penurunan suhu yang tajam pada dini hari, di mana suhu minimum menyentuh angka 9 derajat Celcius. Bahkan pada pukul 06.00 waktu setempat, termometer hanya menunjukkan angka di kisaran 10 derajat Celcius.
Kabut tipis tampak menyelimuti berbagai sudut kota, mengakibatkan jarak pandang terbatas yang cukup mengganggu aktivitas pagi hari. Meskipun tidak ada peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk hari ini, fenomena kabut diprediksi masih akan bertahan. Suhu maksimum diperkirakan hanya akan mencapai 23 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni sekitar 55 persen.
Tren cuaca dingin dan berkabut ini diproyeksikan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Pada 7 Februari, suhu maksimum mungkin sedikit naik ke 24 derajat Celcius, namun kabut diperkirakan akan menebal mulai 9 Februari mendatang. Periode 10 hingga 11 Februari pun diprediksi masih akan diwarnai kabut sedang dengan kenaikan suhu yang perlahan.
Kualitas Udara Delhi di Zona Merah
Selain suhu dingin, warga Delhi juga harus berhadapan dengan masalah polusi yang tak kunjung usai. Indeks Kualitas Udara (AQI) di sebagian besar wilayah kota menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dan masuk dalam kategori “buruk”. Kawasan Anand Vihar mencatat AQI sebesar 261, disusul oleh Chandni Chowk dengan angka 242, dan wilayah pusat pemerintahan di ITO Delhi dengan skor 237.
Angka polusi yang tinggi juga tercatat di area perumahan dan komersial lainnya. Punjabi Bagh, Rohini, dan RK Puram semuanya melaporkan tingkat polusi di atas angka 250. Meski begitu, sedikit “angin segar” dirasakan di beberapa titik seperti Bandara IGI dan kawasan IIT Delhi, yang mencatat kualitas udara dalam kategori “sedang” dengan AQI masing-masing 148 dan 186. Kombinasi antara suhu dingin, kabut, dan polusi ini tentu meningkatkan risiko kesehatan bagi warga setempat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari.