Produksi Tembus 47 Miliar Liter, Le Minerale Jadi Tuan Rumah di Industri Air Minum Nasional

Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia kian menunjukkan taringnya sebagai sektor vital dalam peta perekonomian nasional. Tak sekadar pelepas dahaga, komoditas ini telah berkembang menjadi industri manufaktur raksasa dengan kapasitas produksi yang menembus angka fantastis, yakni 47 miliar liter per tahun. Capaian impresif ini terungkap dalam agenda pengukuhan pengurus baru Perkumpulan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) periode 2025–2028 yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Kamis (5/2).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Industri Minuman Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menegaskan bahwa sinergi yang kuat sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri ini. Hal ini krusial demi meningkatkan daya saing produk air minum nasional di tengah arus kompetisi global yang semakin ketat.

Pemerataan Pabrik dan Penyerapan Tenaga Kerja

Kekuatan industri AMDK saat ini ditopang oleh operasional 707 pabrik yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Menariknya, peta sebaran industri ini mulai menunjukkan keseimbangan dan tidak lagi terpusat sepenuhnya di Pulau Jawa. Data Kemenperin mencatat, meski 54% pabrik masih berlokasi di Jawa, sebanyak 46% lainnya telah berhasil melakukan penetrasi ke wilayah luar Jawa, yang mengindikasikan adanya pemerataan ekonomi.

Kinerja sektor ini pun terbilang stabil dengan tingkat utilisasi pada tahun 2024 yang terjaga di angka 71,62%. Di sisi lain, industri air minum juga membuktikan peran strategisnya sebagai penyerap tenaga kerja yang signifikan. Sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung menggantungkan hidupnya pada sektor ini, menjadikannya salah satu tumpuan penting bagi kesejahteraan masyarakat.

Le Minerale Rajai Pasar Produk Lokal

Di tengah pertumbuhan industri yang pesat, preferensi konsumen Indonesia menunjukkan tren yang menarik. Masyarakat kini semakin selektif dalam memilih air mineral yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki kandungan mineral berkualitas untuk kesehatan. Berdasarkan riset terbaru GoodStats, konsumen di Tanah Air terbukti lebih memercayai produk asli buatan Indonesia dibandingkan merek asing.

Posisi puncak sebagai air mineral pilihan masyarakat diduduki oleh Le Minerale dengan tingkat kepercayaan mencapai 47,4%. Angka ini menempatkan Le Minerale jauh di atas para pesaingnya dalam kategori produk lokal, disusul oleh Crystaline (14,2%), Pristine (12,4%), Cleo (5,1%), Prim-A (3,1%), Club (2,6%), dan Amidis (2,2%), sementara sisanya terbagi pada produk AMDK lain. Kepercayaan ini tidak lepas dari identitas Le Minerale sebagai produk yang 100% milik Indonesia, mulai dari kepemilikan perusahaan hingga tenaga kerjanya yang seluruhnya adalah warga negara Indonesia.

Semangat Kebangsaan Lewat Kolaborasi Talenta

Sebagai wujud tanggung jawab moral merek pemimpin pasar, Le Minerale tak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga aktif menyuarakan kebanggaan nasional. Komitmen ini dituangkan melalui dukungan terhadap talenta muda berbakat dan peluncuran kampanye kreatif bertajuk “Bagimu Negeri”. Dalam iklan video berdurasi empat menit tersebut, lagu kebangsaan Bagimu Negeri ciptaan Koesbini diaransemen ulang dengan nuansa segar oleh komposer muda kenamaan, Eka Gustiwana.

Kampanye ini melibatkan deretan figur inspiratif yang telah mengharumkan nama bangsa. Mulai dari musisi seperti Putri Ariani, Fabio Asher, hingga rapper Saykoji. Dari dunia olahraga, hadir legenda bulu tangkis Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, serta bintang sepak bola timnas seperti Rizky Ridho, Rafael Struick, Sulaeman, Nathan Tjoe-A-On, dan Ernando Ari. Selain itu, prestasi akademis turut diwakili oleh Mischka dan Devon (Juara Olimpiade Matematika & Sains), serta duta budaya Nicholas Benito dan Najwa Alala.

Head of Public Relations and Digital Le Minerale, Yuna Eka Kristina, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi rasa cinta perusahaan kepada Indonesia. Dengan menggabungkan kekuatan industri yang solid dan semangat nasionalisme yang tinggi, sektor air minum nasional optimistis dapat terus menjadi tuan rumah yang berjaya di negeri sendiri.