Data awal menunjukkan sebuah gempa bumi berkekuatan 3,5 magnitudo mengguncang wilayah Utah County pada Kamis siang waktu setempat. Berdasarkan informasi dari situs web Seismograf Universitas Utah, guncangan tersebut terjadi sekitar pukul 12.53 siang. Titik pusat gempa atau episentrum terdeteksi sekitar 4 mil (sekitar 6,4 km) di arah barat-barat laut Saratoga Springs, dengan estimasi kedalaman mencapai 3,4 mil (sekitar 5,4 km).
Situs web Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya mencatat kekuatan gempa pada angka 3,4 magnitudo sebelum akhirnya direvisi naik menjadi 3,5. Meski tergolong gempa kecil, getarannya cukup untuk membuat warga waspada. Stasiun seismograf Universitas Utah melaporkan bahwa gempa ini “dirasakan secara luas” di sepanjang Wasatch Front. Emily Morton, seorang ilmuwan peneliti dari stasiun tersebut, menjelaskan bahwa lokasi gempa berada di barat laut Lehi dan Saratoga Springs dengan kedalaman sekitar 7 kilometer, yang tergolong rata-rata.
Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian
Dampak guncangan dirasakan nyata oleh masyarakat yang sedang beraktivitas. Kate Millward, yang saat itu berada di lantai lima sebuah gedung perkantoran di Lehi, merasakan getaran tersebut dengan jelas. Menurutnya, meskipun tidak cukup kuat untuk menggeser barang-barang di kantor, guncangan ringan itu berlangsung sekitar 10 detik. “Ini jelas gempa paling intens yang pernah saya rasakan,” ungkapnya.
Di lokasi lain, Hallie Jenks yang bekerja di gedung kantor satu lantai dekat Center Street di Lehi juga merasakan hal serupa. Ia menggambarkan sensasinya seperti ada sesuatu yang menabrak gedung tempatnya berada. Sementara itu, Kaitlynn Resse, rekan satu kantornya yang sedang beristirahat makan siang di dalam mobil, merasa seolah-olah ada orang yang mendorong mobilnya.
Laporan warga yang masuk ke KSL mencapai lebih dari 2.500 orang, mengonfirmasi bahwa mereka merasakan gemuruh dan getaran. Chris, seorang warga Saratoga Springs, menceritakan kepanikannya saat anjing-anjing peliharaannya mulai gelisah sebelum rumahnya berguncang. “Saya pernah mengalami beberapa gempa sebelumnya di sini, termasuk gempa besar 5,7 magnitudo di Salt Lake beberapa tahun lalu, dan rasanya hampir mirip,” tuturnya.
Analisis Ahli dan Riwayat Kegempaan
Emily Morton menambahkan bahwa meskipun penduduk di barat laut Utah County merasakan dampak paling kuat, laporan getaran datang dari wilayah yang cukup jauh, mulai dari Layton di utara hingga Payson di selatan di Davis County. Sejak tahun 1981, para seismolog mencatat telah terjadi 70 gempa berkekuatan magnitudo 2 atau lebih dalam radius 15 mil dari episentrum gempa Kamis ini. Gempa terbesar di area tersebut tercatat berkekuatan 4,2 magnitudo yang terjadi lebih dari 30 tahun lalu, tepatnya pada 16 Maret 1992.
Peristiwa ini terjadi tepat dua minggu setelah gempa berkekuatan 4,7 magnitudo yang berpusat sekitar 25 mil selatan Evanston, Wyoming, pada 22 Januari lalu. Kala itu, getaran dirasakan mulai dari Logan hingga Provo. Meski demikian, Morton menegaskan bahwa kedua gempa ini terjadi di jalur patahan yang berbeda dan tidak saling berkaitan. Ia juga menjelaskan bahwa gempa susulan kecil mungkin saja terjadi, namun para ahli tidak memprediksi adanya gempa susulan dengan magnitudo yang signifikan. Hingga berita ini diturunkan, pejabat di Lehi maupun Saratoga Springs menyatakan tidak ada kerusakan yang dilaporkan di kota mereka.
Memahami Fenomena Episentrum dan Hiposentrum
Dalam setiap peristiwa gempa bumi, istilah episentrum dan hiposentrum sering kali menjadi pusat pembahasan. Pemahaman mengenai kedua istilah ini sangat krusial, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa seperti Indonesia yang dilalui pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Berdasarkan definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), episentrum adalah titik pada permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas pusat gempa yang berada di dalam bumi. Secara sederhana, episentrum merupakan lokasi di permukaan tanah tempat gelombang gempa merambat ke wilayah sekitarnya. Sebaliknya, titik di bawah tanah tempat bebatuan pertama kali berguncang atau pecah disebut sebagai hiposentrum.
Hiposentrum adalah lokasi awal dimulainya gempa di kedalaman bumi. Fenomena ini terjadi ketika dua sisi patahan atau lempeng tektonik bergerak saling berlawanan dan melepaskan tekanan yang terakumulasi. Ketika gerakan atau slip ini terjadi secara tiba-tiba, energi dilepaskan dan memicu gempa bumi.
Perbedaan Dampak Berdasarkan Lokasi dan Kedalaman
Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada posisinya: hiposentrum ada di dalam perut bumi, sedangkan episentrum adalah proyeksinya di permukaan. Kedalaman hiposentrum sangat menentukan daya rusak sebuah gempa. Gempa dangkal (kedalaman 0-70 km) cenderung lebih merusak karena energi yang dilepaskan berada lebih dekat ke permukaan, sehingga guncangannya terasa lebih hebat dibandingkan gempa dalam (di atas 300 km).
Umumnya, episentrum dianggap sebagai titik yang mengalami guncangan dan kerusakan paling parah karena posisinya yang tepat berada di atas sumber energi. Namun, teori ini tidak mutlak. Jika patahan gempa sangat besar dan panjang, energi bisa dilepaskan di beberapa lokasi berbeda, bukan hanya di satu titik hiposentrum awal.
Sebagai contoh, pada Gempa Alaska tahun 2002, kerusakan terparah justru terjadi 330 km di sebelah timur pusat gempa, tepat di ujung lain patahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun episentrum menjadi acuan lokasi gempa di peta, area yang mengalami dampak terburuk bisa jadi berada di wilayah lain tergantung pada arah rambatan energi dan struktur tanah setempat.