Pesona Seduhan Kopi Lintas Benua: Warisan Gondangdia dan Inovasi Rasa di Essex

Aroma kuat perpaduan biji kopi robusta dan arabika selalu menyambut siapa saja yang melintas di gang sempit Jalan Srikaya I sejak tahun 1930. Toko Kopi Luwak Gondangdia, yang pada masa lampau dikenal dengan nama Toko Kopi Burung Kenari, berdiri kokoh tepat di samping Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Memasuki kedai yang kini diurus oleh generasi ketiganya, Lunardi Valanchie, terasa seperti menyusuri lorong waktu. Pagar besinya tertutup rapat dari bawah hingga ke atap. Pelanggan yang datang terbiasa menekan bel terlebih dahulu untuk bisa masuk dan menikmati kehangatan ruang seduh di dalamnya.

Keberadaan kedai ini sangat melekat dengan denyut kehidupan warga sekitar. Lunardi menganggap tempat ini bukan sekadar lahan bisnis, melainkan rumah yang membesarkannya bersama anak-anak muda Kampung Menteng Kecil. Toko kopi tersebut kerap menjadi pusat interaksi berbagai kalangan sejak puluhan tahun lalu. Pada masa jayanya, anggota Paspampres sering menjadikan area sekitar kedai sebagai tempat favorit untuk bersantai dan bermain karambol. Suasana akrab itu terus dijaga hingga hari ini. Saat jurnalis Liputan6.com, Nanda Perdana Putra, berkunjung pada siang hari di bulan Mei 2025, tangan Lunardi masih cekatan memutar tuas mesin penggiling manual tua miliknya. Wangi kopi robusta asal Lampung seketika memenuhi ruangan, merawat warisan resep klasik yang tak lekang oleh zaman.

Geliat Kedai Mungil di Jantung Benfleet

Jauh dari suasana klasik Jakarta, budaya menikmati minuman kafe juga tumbuh dengan warna yang sepenuhnya berbeda di belahan bumi lainnya. Kawasan Essex, Inggris, menyimpan sebuah destinasi kuliner yang berhasil memikat para pencinta tren masa kini. Di sebuah sudut jalan utama di South Benfleet, berdirilah 98 Bliss. Ruangannya memang terbilang sangat kecil dan bisa saja terlewatkan dari pandangan mata. Antrean pelanggan yang kerap mengular hingga ke luar pintu menjadi bukti nyata betapa populer tempat ini sejak pertama kali beroperasi pada bulan Juni 2025.

Kedai ini mengusung konsep modern yang menawarkan deretan menu variatif bagi kaum muda dan para pemburu kuliner. Area duduk di dalam ruangan sangat terbatas, hanya diisi oleh beberapa pasang kursi, ditambah sekitar empat meja di area luar. Pengunjung yang datang selalu disuguhkan dengan etalase berisi aneka kudapan manis dan kue yang dipanggang segar setiap pagi. Daya tarik utama mereka justru terletak pada inovasi racikan minuman kekinian yang disajikan kepada para pelanggan.

Inovasi Rasa yang Memanjakan Visual

Berbeda dengan kopi Gondangdia yang teguh menjaga orisinalitas rasa masa lampau, 98 Bliss berlomba menyajikan aneka olahan matcha dan kopi yang kaya tekstur serta estetika. Salah satu menu spesial yang paling mencuri perhatian adalah iced strawberry cheesecake matcha. Racikan ini hadir tidak sekadar sebagai pelepas dahaga. Tampilannya dirancang begitu apik dengan taburan remah biskuit, potongan stroberi kering, siraman puree stroberi, dan mahkota busa dingin yang tebal di lapisan paling atas.

Sensasi menikmati minuman yang nyaris menyerupai hidangan penutup ini menjadi pengalaman kuliner yang sangat memanjakan mata dan sesuai dengan tren media sosial saat ini. Sebagai pendamping minuman yang manis tersebut, pengunjung biasanya melengkapi pesanan mereka dengan sajian gurih. Seporsi roti lapis daging bergaya Amerika, yakni chopped cheese sub, sering kali menjadi pilihan favorit pelanggan untuk dibawa pulang dan dinikmati di luar kedai.