Akhir Jabatan, HMI Lhokseumawe Sorot Terkait Pj Gubernur Aceh

  • Bagikan
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

LHOKSEUMAWE- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, mengeluarkan sikap melalui rekomendasi eksternal tentang isu-isu yang ada di Provinsi Aceh. Hal itu ditetapkan dalam Rapat Pleno-I HMI, di Aula Wisma Hasbi Asshidiqie, Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kami 26 Mei 2022.

Ketua HMI Cabang Lhokseumawe, Muhammad Fadli, menyatakan, HMI menilai persoalan di Aceh harus disikapi secara serius, sehingga kemajuan untuk daerah ini bisa dicapai segera mungkin. Apalagi saat ini, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh juga akan ditentukan. HMI juga menginginkan agar sosok yang mengisi Pj Gubernur itu benar-benar berkompeten.

“Kita meminta Kemendagri RI untuk menetapkan Pj Gubernur Aceh yang berkompeten, kapabilitas dan punya track record yang baik dalam membangun daerah,” kata Muhammad Fadli, dalam pernyataan sikap HMI.

Fadli menambahkan, HMI juga meminta Kemendagri untuk menetapkan Pj Bupati Aceh Utara dan Pj Wali Kota Lhokseumawe juga yang berkompeten. Pihaknya berharap agar Bupati Aceh Utara maupun Wali Kota Lhokseumawe dan Gubernur Aceh segera menyelesaikan permasalahan fundamental di daerah kepemimpinannya masing-masing, sebelum berakhirnya periodisasi jabatan.

“Kita juga mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA melakukan langkah kongkret untuk penyelamatan empat Pulau di Aceh Singkil yang dianggap masuk ke teritorial Provinsi Sumatera Utara,” ungkap Fadli.

Sebut Fadli, HMI juga mengingatkan agar persoalan pengeboran minyak dan gas di Blok Andaman harus memperhatikan keberadaan lingkungan, dan diprioritaskan untuk pembangunan daerah dan sumber daya manusia di Provinsi Aceh. Kemudian, HMI juga memberikan rekomendasi kepada Presiden RI agar memberikan teguran terhadap Menteri BUMN. Mendesak Presiden untuk memberikan teguran keras kepada Menteri BUMN, Eric Thohir agar fokus memajukan sektor BUMN serta menyikapi segala permasalahan BUMN.

“Artinya, bukan hanya mengeluarkan kebijakan untuk kepentingan elektoral pribadi,” ujar Muhammad Fadli.

Dalam rapat pleno itu, HMI Lhokseumawe juga mengesahkan komisariat persiapan yang ada di lingkungan cabang, yakni Komisariat Persiapan FEBI IAIN Lhokseumawe, Komisariat Persiapan Kedokteran Unimal, Komisariat Persiapan FKIP Unimal, Komisariat Persiapan Ibnu Sina, dan Komisariat Persiapan Stikes Bumi Persada Lhokseumawe. Kemudian, juga mengubah nama Komisariat Stimik Bina Bangsa menjadi Komisariat Uniki Lhokseumawe. [] (Ril).

 

  • Bagikan