Pemenang Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2022 dari Aceh hingga Papua

  • Bagikan
Dari kiri: Ferdy Siregar, Oscar Motuloh, Dipta Wahyu, Suryanto, Fransisco Carolio, M. Zaenuddin, Rahmat Mirza, Adek Berry, dan Reno Esnir saat awarding APFI 2022 di Grand Ballroom Hotel Inna Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/6/2022). doc/PFI

MEDAN – Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) kembali diselenggarakan tahun 2022 ini. Usai 2021 lalu sukses digelar di Perpustakaan Nasional Jakarta, tahun ini APFI dilangsungkan di kota Medan, Sumatera Utara.

APFI 2022 telah menyeleksi 2800 lebih foto dari 300 wartawan yang akhirnya menelurkan 15 foto terbaik dari 7 kategori yang diseleksi Dewan Juri selama lebih 12 jam.

Perwakilan penerima APFI diundang khusus ke Medan untuk menerima trofi APFI. Hadir dalam puncak acara Wali kota Medan menyerahkan Alex & Frans Mendur trophy, Ketua Umum PFI Pusat, Reno Esnir, Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi, para perwakilan pemenang, dan perwakilan pengurus PFI kota.

Dalam sambutannya, Bobby memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan APFI 2022 sekaligus menjelaskan kualitas, serta peran penting foto jurnalistik sebagai penyampai pesan dan perekam peristiwa bersejarah untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya yakin kualitas dari Anugerah Pewarta Foto Indonesia tahun 2022 ini sangat baik,” ujar Bobby.

Bobby juga berpesan kepada seluruh pewarta foto agar tetap bisa menjaga diri dan berhati-hati selama bertugas di lapangan.

“Jangan sampai membahayakan diri demi mendapatkan sebuah momen yang sangat dibutuhkan, kita doakan semua jurnalis diberkahi Allah SWT,” tutup Bobby.

Reno Esnir menyampaikan selamat kepada seluruh penerima anugerah. Ia juga mengapresiasi pemerintah, PFI Medan, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung gelaran APFI.

“Selamat kepada seluruh penerima anugerah, mulai dari foto Rohingnya di Aceh hingga foto PON di Merauke berhasil menjadi yang terbaik. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung APFI 2022, penghargaan ini tidak akan terselenggara tanpa bantuan dari semua mitra dan stakeholder yang mendukung,” ucap Reno.

Pada puncak awarding, Wali kota Medan menyerahkan Alex & Frans Mendur trophy beserta trofi lainnya kepada penerima Photo of The Year, PFI Kota Award, serta Lifetime Achievement Award.

PFI Medan yang diwakili Ketuanya Rahmad Suryadi turut menerima anugerah Best Management Award, sedangan Suryanto, Ketua PFI Surabaya, menerima Best Performance Award. Kedua gelar tersebut merupakan bagian dari PFI Kota Award, penghargaan untuk pengurus PFI kota yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi yang baik dalam satu tahun terakhir.

Sedangkan Lifetime Achievement Award diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada pewarta foto yang sudah berpulang akibat wabah Covid-19. Almarhum Saiful Bahri (Antara Foto) dan Yuyung Abdi (Jawa Pos) terpilih, karena dedikasinya sebagai pewarta foto senior yang berintegritas dan giat menyebarluaskan semangat foto jurnalistik semasa hidupnya.

Keluar sebagai penerima Photo of The Year adalah Galih Pradipta, pewarta foto dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Galih terpilih melalui foto esai-nya yang merekam kegiatan warga Papua saat sedang antusias menonton pertandingan Pekan Olahraga Nasional 2021 di Merauke, Papua.

Ketua penyelenggara, Dwi Pambudo, mengucap syukur dan terima kasih karena gelaran awarding APFI 2022 berjalan sukses dan lancar.

“Alhamdulillah wa syukurillah, terima kasih kepada Pemprov Sumatera Utara, Pemkot Medan, PFI Medan, pengurus PFI kota se-Indonesia, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras hingga larut pagi dalam mempersiapkan agenda kebanggaan wartawan foto tanah air ini,” pungkasnya.

Foto-foto penerima Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) dapat dinikmati di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota Kesawan, Medan. Pameran foto berlangsung hingga 7 Juni 2022.

Hadiri juga diskusi fotografi mengenai kisah dibalik foto para penerima Anugerah bersamma Adek Berry, Ferdy Siregar, dan Oscar Motuloh serta perwakilan penerima APFI pada 4 Juni 2022 di Grand Ballroom Hotel Inna, Medan.

Penerima Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2022:

Photo of The Year APFI 2022 & Foto Esai Terbaik Kategori Sport

Galih Pradipta – Perum LKBN Antara Judul foto: Juara Indonesia

Foto Tunggal Terbaik Kategori Sport

Fernando Randy – Historia.id Judul foto: “Jatuh Demi Medali

Foto Tunggal Terbaik Kategori Art, Culture & Entertainment

Suryanto – Radar Surabaya Judul foto: Lorong Botol Plastik

Foto Esai Terbaik Kategori Art, Culture & Entertainment

Andri Denisah – SOPA Images

Judul foto: Bajo Pengembara Laut Ulung

Foto Tunggal Terbaik Kategori Environment & Nature

Dicky Bisinglasi – Pewarta Foto Lepas Judul foto: Bedah Tumor Penyu

Foto Esai Terbaik Kategori Environment & Nature

Dicky Bisinglasi – Pewarta Foto Lepas

Judul foto: Memasang Satelit Penyu Belimbing

Foto Tunggal Terbaik Kategori General News

Dipta Wahyu – Jawa Pos

Judul foto: Pantau Truk Terendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Foto Esai Terbaik Kategori General News

M Zaenuddin – Katadata.co.id Judul foto: Bunga di Reruntuhan

Foto Tunggal Terbaik Kategori People in The News

Dipta Wahyu – Jawa Pos

Judul foto: Nekat Terjang Abu Vulkanik Panas Erupsi Gunung Semeru

Foto Esai Terbaik Kategori People in The News

Abdan Syakura – Republika

Judul foto: Dua Asa Dalam Sepasang Kaki

Foto Tunggal Terbaik Kategori Spot News

Francisco Carolio – Perum LKBN Antara Judul foto: Evakuasi Korban Selamat

Foto Esai Terbaik Kategori Spot News

M. Adimaja – Perum LKBN Antara

Judul foto: Misi Pencarian Burung Besi oleh Manusia Katak

Foto Tunggal Terbaik LPS – APFI 2022 Kategori Open General News

Rahmat Mirza

Judul foto: “Rohingnya di Aceh”

Foto Tunggal Terbaik Kategori Citizen Journalist

Agung Wahyudi

Judul foto: “Menembus Batas”

Lifetime Achievment Award Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2022

(Alm) Syaiful Bahri/Perum LKBN Antara – anggota PFI Surabaya (Alm) Yuyung Abdi/Jawa Pos – anggota PFI Surabaya

Penerima PFI Kota Award Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2022

Best Management Award PFI Medan

Ketua: Rahmad Suryadi Sekretaris: Arifin Al Alamudi

Best Performance Award PFI Surabaya

Ketua: Suryanto

Sekretaris: Ahmad Zaimul Haq.

Tentang Pewarta Foto Indonesia

Pewarta Foto Indonesia (PFI) merupakan organisasi profesi non-profit yang lahir saat era reformasi 1998 di Indonesia. PFI memiliki lebih dari 800 anggota dari ratusan media, mulai dari Aceh hingga Papua. PFI juga sudah memiliki akta organisasi yang tercatat resmi di Kementerian Hukum dan HAM dan telah diakui negara dengan terverifikasi oleh Dewan Pers bersama tiga organisasi pers lainnya; AJI, IJTI, dan PWI.

PFI berdiri dengan tujuan untuk memperjuangkan hak publik atas informasi dan kebebasan pers. Selain itu, PFI juga bertugas memajukan dan melindungi kepentingan pewarta foto yang telah menunaikan fungsinya dalam membuat karya jurnalistik yang mendukung kemerdekaan pers dan ekosistem pers Indonesia, serta memperkokoh pelaksanaan UU Pers No 40 tahun 1999 dan mengikuti peraturan Dewan Pers termasuk Kode Etik Jurnalistik.

Sebagai lembaga uji mitra Dewan Pers, peran lain PFI adalah melangsungkan Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UK-PFI), melakukan advokasi, menjalin kerjasama, memberikan bantuan, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi dan karya foto melalui kegiatan sosial-budaya, pameran, pendidikan dan pelatihan fotojurnalistik, serta penghargaan.

Tentang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI)

Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) merupakan ajang penghargaan tertinggi untuk insan wartawan foto di Indonesia. Dari tahun ke tahun, apresiasi terhadap APFI semakin meningkat, kali ini APFI ke-12 diselenggarakan di Merdeka Walk, Kota Medan, Sumatera Utara.

Penyelenggaraan APFI menampilkan sejumlah peristiwa bersejarah yang direkam oleh pewarta foto dan jurnalis warga di setiap tahunnya. Dewan juri terdiri dari pewarta foto, jurnalis senior, praktisi fotografi, atau akademisi akan memilih ribuan foto-foto yang diseleksi menjadi yang terbaik selama satu tahun terakhir.

Tujuan dari agenda ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada pewarta foto yang telah menunaikan fungsinya dalam membuat karya jurnalistik yang mendukung kemerdekaan pers dan ekosistem pers Indonesia, serta memperkokoh pelaksanaan UU Pers No 40 tahun 1999 dan mengikuti peraturan Dewan Pers termasuk Kode Etik Jurnalistik. (*)

  • Bagikan